Cara Berfikir
Agak sulit bagiku mencerna cara berfikir yang :
- Tidak mau kerja keras tapi uang banyak.
- Rumah tangga bahagia tanpa usaha.
- Berada di posisi puncak tanpa melangkah dari bawah.
- Merasa saat ini keadaan sudah baik, maka tidak perlu lagi berusaha.
Pertama,
Tidak akan ada uang banyak tanpa kerja keras, kecuali menang undian/ judi/dapat warisan mendadak. Bahkan merampok-pun perlu kerja keras dengan menyusun rencana yang matang dan eksekusi yang tepat.
Kedua,
Rumah tangga tidak akan bahagia jika tanpa usaha.
Adalah perlu usaha untuk menyatukan 2 individu, tentunya ada titik-titik tertentu yang berbeda. Maka perlu usaha untuk mengerti, mengalah, ataupun mengkomunikasikannya untuk mencari jalan tengah.
Berusaha mengatasi ego dengan mencoba menaruh diri kita di diri pasangan kita. Jodoh bukan berarti "Dia pasti tau apa yang kumau".
Ketiga,
Bagiku dalam hidup bukan hasil akhir yang paling penting. Adalah bagaimana proses untuk mencapainya yang lebih penting (kata orang itulah bedanya pria dan wanita).
Aku percaya tiap langkah kecil menuju puncak mengandung pelajaran yang berarti. Satu langkah saja kita lewati, maka kita tidak mendapatkan pelajaran berharga itu.
Apa yang akan kita lakukan di puncak jika kita mengalami masalah? Sedangkan kita tidak mempelajari jawabannya. Fatal dan percuma.
Termasuk beberapa teman dekat bahkan anggota keluargaku.
Kemarin, saat berkunjung ke rumah seorang teman lama, temanku berkata :
"Dekat ini kok jaraknya, gak usah pake helm lah...gak ada polisi."
Kok ya bisa gak mikir ya?? Relefansinya HELM tuh bukan dengan polisi, melainkan dengan GEGER OTAK atau MATI. Tapi herannya dari banyak orang disana yang berpendapat begitu cuma gue, edan!
Entah apakah ini penyakit masyarakat atau apa? Apakah memang sulit untuk menjadikan negara ini lebih baik dari negara tetangga?
Ah, aku coba untuk tidak apatis.Tapi kok kayaknya malah jadi naif?
Agak sulit bagiku mencerna cara berfikir yang :
- Tidak mau kerja keras tapi uang banyak.
- Rumah tangga bahagia tanpa usaha.
- Berada di posisi puncak tanpa melangkah dari bawah.
- Merasa saat ini keadaan sudah baik, maka tidak perlu lagi berusaha.
Pertama,
Tidak akan ada uang banyak tanpa kerja keras, kecuali menang undian/ judi/dapat warisan mendadak. Bahkan merampok-pun perlu kerja keras dengan menyusun rencana yang matang dan eksekusi yang tepat.
Kedua,
Rumah tangga tidak akan bahagia jika tanpa usaha.
Adalah perlu usaha untuk menyatukan 2 individu, tentunya ada titik-titik tertentu yang berbeda. Maka perlu usaha untuk mengerti, mengalah, ataupun mengkomunikasikannya untuk mencari jalan tengah.
Berusaha mengatasi ego dengan mencoba menaruh diri kita di diri pasangan kita. Jodoh bukan berarti "Dia pasti tau apa yang kumau".
Ketiga,
Bagiku dalam hidup bukan hasil akhir yang paling penting. Adalah bagaimana proses untuk mencapainya yang lebih penting (kata orang itulah bedanya pria dan wanita).
Aku percaya tiap langkah kecil menuju puncak mengandung pelajaran yang berarti. Satu langkah saja kita lewati, maka kita tidak mendapatkan pelajaran berharga itu.
Apa yang akan kita lakukan di puncak jika kita mengalami masalah? Sedangkan kita tidak mempelajari jawabannya. Fatal dan percuma.
Keempat,
Merasa sudah cukup dan tidak perlu berusaha lebih lagi, itu sama saja bunuh diri. Dan itu berbeda dengan tidak mensyukuri nikmat tuhan.
Kenapa harus berhenti berusaha mendapatkan yang lebih baik? Sedangkan Tuhan menciptakan kita dengan berbagai kelebihan dan menciptakan dunia yang begitu besar untuk jadi sekolah hidup.
Jika saat ini aku, seorang wanita yang sudah punya rumah tangga yang baik, tempat tinggal yang indah, mobil, sudah pesiar keliling asia, mendapat gaji yang cukup setiap bulannya, apakah itu artinya aku harus berkata : "Sudah cukup sekarang tinggal menjalani hidup tiap hari, disini, bekerja, dan menunggu tua." ...??? Thats crazy!
Termasuk beberapa teman dekat bahkan anggota keluargaku.
Kemarin, saat berkunjung ke rumah seorang teman lama, temanku berkata :
"Dekat ini kok jaraknya, gak usah pake helm lah...gak ada polisi."
Kok ya bisa gak mikir ya?? Relefansinya HELM tuh bukan dengan polisi, melainkan dengan GEGER OTAK atau MATI. Tapi herannya dari banyak orang disana yang berpendapat begitu cuma gue, edan!
Entah apakah ini penyakit masyarakat atau apa? Apakah memang sulit untuk menjadikan negara ini lebih baik dari negara tetangga?
Ah, aku coba untuk tidak apatis.Tapi kok kayaknya malah jadi naif?
Labels: Personal

0 Comments:
Post a Comment
<< Home